Tamu menulis "Kunjungan Kerja Mensos RI ke Pusat Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak
Bambu Apus
Oleh : Romal *)

Jumat, 29 Januari 2010, tepat satu hari pasca 100 hari menakhodai Kementerian Sosial, Bapak Dr. Salim Segaf Al Jufri, MA, melakukan kunjungan kerja ke pusat layanan anak Bambu Apus. Seperti yang kita ketahui bersama, beliau menetapkan masalah pelayanan dan rehabilitasi anak sebagai prioritas program 100 hari. Hal ini tentunya sebagai upaya responsif atas maraknya kasus keterlantaran, ekploitasi, kekerasan, trafficking, anak berhadapan dengan hukum dan masalah anak lainnya. Menteri Sosial beserta rombongan tiba pukul 09.00 WIB, disambut pertunjukkan kesenian tradisional reog yang dibawakan secara apik oleh penerima manfaat PSMP Handayani.
Kunjungan kerja ini diawali dengan penyampaian laporan Dirjen Yanrehsos, Makmur Sanusi, PhD, kepada Bapak Menteri mengenai 6 model layanan anak di kompleks Bambu Apus. Pertama, PSMP (Panti Sosial Marsudi Putra) “Handayani” dikhususkan untuk pelayanan anak nakal dan anak berhadapan hukum. Kedua, PSBR (Panti Sosial Bina Remaja) melayani anak remaja putus sekolah terlantar. Ketiga, RPSA (Rumah Perlindungan Sosial Anak) melayani anak yang memerlukan perlindungan khusus (Trafficking, Abuse, Neglect, Anak terpisah, dsb). Keempat, SDC (Social Development Center) melayani anak jalanan. Kelima, TBS (Taman Balita Sejahtera) yang melayani anak balita. Dan terakhir, PSBRW (Panti Sosial Bina Rungu Wicara) “Melati” melayani anak penyandang cacat rungu wicara.

Selama ini telah dilakukan upaya maksimal untuk memberikan pelayanan dan perlindungan anak. Proses-nya pun selama ini selalu berorientasi pada paradigma pekerjaan sosial yang mengedepankan kepentingan terbaik anak. Lebih mendetail, Direktur Pelayanan Sosial Anak, Dr. Harry Hikmat, memaparkan mengenai tahapan proses pelayanan mulai dari penelusuran dan penjangkauan, identifikasi, sampai pada proses reunifikasi dan reintegrasi. Didalam pelaksanaannya, unit-unit layanan anak Bambu Apus juga membangun sinergisitas, berkoordinasi dengan jejaring kerja, mulai dari pemerintah daerah, organisasi sosial, masyarakat, puskesmas/rumah sakit, sekolah, kepolisian, sampai media cetak/elektronik.
Setelah mendengarkan laporan Dirjen dan Direktur, Mensos memberikan apresiasi atas kerja keras yang telah diupayakan selama ini dalam memberikan pelayanan dan rehabilitasi anak. Pada kesempatan ini juga, Bapak Menteri menyempatkan diri untuk meninjau lapangan ke-6 unit layanan, melihat kondisi asrama panti, sekolah, bengkel-bengkel (workshop) keterampilan penerima manfaat, ruang konsultasi pekerja sosial, dan prasarana panti lainnya. Beliau cukup terkesan dengan apa yang dilihat secara langsung baik sarana dan prasarana panti walau minim tapi tertata rapi dan bersih. Yang menjadi unik, setiap unit yang disinggahi Mensos menampilkan art performance yang dibawakan oleh anak-anak penerima manfaat. PSBR dengan ondel-ondel dan puisi-nya, PSMP Handayani dengan reog-nya, SDC dengan pertunjukkan band, dan PSBRW Melati dengan modern dance-nya. Tidak lupa mereka juga memberikan kenang-kenangan kepada Bapak Menteri dan Isteri berupa hasil karya keterampilan (vokasional).




Adapun acara khusus dalam kunjungan kerja ini yakni penandatanganan prasasti oleh Bapak Menteri, sebagai tanda peresmian kantor baru RPSA. Pemotongan pita oleh Ibu Menteri menandai bahwa kantor resmi digunakan pertama kali untuk menunjang kegiatan pelayanan anak. Sebelum mengakhiri kunjungannya, Bapak Mensos beserta rombongan melakukan sholat jumat berjamaah di mesjid kompleks bambu apus. Selepas disejukkan secara rohani, acara kunjungan diakhiri dengan makan dan foto bersama. Poin paling penting dalam kunjungan kerja ini, dukungan penuh Bapak Menteri untuk menstimulus semangat para pegawai di panti agar tetap bekerja dengan semangat dan sepenuh hati untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada anak-anak penerima manfaat generasi penerus bangsa. Selamat bekerja.




"